Senin, 26 Desember 2011

Sebuah Coretan Dari Seseorang Yang Patah Hati

Hari itu ku pikir adalah hari terbaik bagiku, aku benar – benar tersenyum lebar pada hari itu. Karena di hari itu hari bahagianya, aku ingin memberi sesuatu yang terbaik untuknya, dan aku pikir dia sudah kembali menjadi seperti yang dulu lagi, aku sangat yakin pada saat itu.
Tapi mengapa hatiku berkata tidak? Ya Tuhan semoga tak ada yang terjadi untuk hari ini, aku ingin selalu tersenyum untuk hari ini, tidak seperti yang kemarin. Aku ingin bahagia hari ini, aku tak ingin ada air mata yang keluar dari pelupuk mataku ini.
Hmmm sepertinya takdir berkata lain, hatinya bukan untukku lagi dan tak mungkin aku masuk kedalam hatinya itu. Ada seseorang yang sudah ada di dalam sana. Pada saat itu juga, air mataku benar – benar jatuh jujur aku tak mau menangis untuk hari ini. Oh, Tuhan ada apa dengan hari ini?
Hari ini benar – benar seperti mimpi buruk yang terjadi dan aku tak bisa terbangun dari mimpi burukku itu. Satu kalimat yang baru saja aku dengar itu sudah cukup membuatku merasa terjatuh dalam jurang kepedihan yang paling dalam. Dan tak ada lagi seseorang yang menuntunku untuk keluar dari jurang tersebut.
            Kenapa harus terjadi pada hari ini juga??! Kenapa kata – kata itu harus ku dengar??! Kenapa kalimat itu harus terucap dari mulutmu??! Kenapa dia yang engkau pilih??! Aaaaaahhhh!!! Sudahlah!! Tak ada lagi yang peduli padaku!!
            Aku hanya ingin engkau merasakan apa yang aku rasakan dulu, dan aku ingin engkau sadar. Tapi, kenapa bertambah parah? Aku benar -  benar tidak habis pikir. Kenapa harus diaaaaaaaa????!!!! Tak pernah sadarkah engkau? Ada aku disini? Apakah dia ada saat dirimu terpuruk? Apakah dia ada saat dirimu sedih? APAKAH DIA ADA SELAMA INI??????
            Tapi sudahlah.. Aku tak tau harus berkata apa lagi, karena aku bukan siapa – siapamu lagi. Tapi yang harus kau tau aku selalu menunggu dirimu yang dulu. Yang selalu peduli dan sayang padaku yang tak mungkin aku rasakan lagi untuk saat ini. Aku harap kamu akan menyadarinya tapi disaat itu takkan ada lagi aku.

Untuk dirinya yang dulu selalu ada mengisi hari – hariku selama setengah tahun ini. Terimakasih untuk selama ini, senang bisa mengenalnya dan aku cukup bahagia saat bersamanya dan akupun  juga cukup sakit hati karenanya :’)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar