Hari itu ku pikir adalah hari terbaik bagiku, aku benar – benar
tersenyum lebar pada hari itu. Karena di hari itu hari bahagianya, aku
ingin memberi sesuatu yang terbaik untuknya, dan aku pikir dia sudah
kembali menjadi seperti yang dulu lagi, aku sangat yakin pada saat itu.
Tapi
mengapa hatiku berkata tidak? Ya Tuhan semoga tak ada yang terjadi
untuk hari ini, aku ingin selalu tersenyum untuk hari ini, tidak seperti
yang kemarin. Aku ingin bahagia hari ini, aku tak ingin ada air mata
yang keluar dari pelupuk mataku ini.
Hmmm sepertinya takdir berkata lain, hatinya bukan untukku lagi dan tak mungkin aku masuk kedalam hatinya itu.
Ada seseorang yang sudah ada di dalam sana. Pada saat itu juga, air
mataku benar – benar jatuh jujur aku tak mau menangis untuk hari ini.
Oh, Tuhan ada apa dengan hari ini?
Hari ini benar – benar seperti
mimpi buruk yang terjadi dan aku tak bisa terbangun dari mimpi burukku
itu. Satu kalimat yang baru saja aku dengar itu sudah cukup membuatku
merasa terjatuh dalam jurang kepedihan yang paling dalam. Dan tak ada
lagi seseorang yang menuntunku untuk keluar dari jurang tersebut.
Kenapa harus terjadi pada hari ini juga??! Kenapa kata – kata itu harus
ku dengar??! Kenapa kalimat itu harus terucap dari mulutmu??! Kenapa dia yang engkau pilih??! Aaaaaahhhh!!! Sudahlah!! Tak ada lagi yang peduli padaku!!
Aku hanya ingin engkau merasakan apa yang aku rasakan dulu, dan aku
ingin engkau sadar. Tapi, kenapa bertambah parah? Aku benar - benar
tidak habis pikir. Kenapa harus diaaaaaaaa????!!!! Tak pernah sadarkah engkau? Ada aku disini? Apakah dia ada saat dirimu terpuruk? Apakah dia ada saat dirimu sedih? APAKAH DIA ADA SELAMA INI??????
Tapi sudahlah.. Aku tak tau harus berkata apa lagi, karena aku bukan
siapa – siapamu lagi. Tapi yang harus kau tau aku selalu menunggu dirimu
yang dulu. Yang selalu peduli dan sayang padaku yang tak mungkin aku
rasakan lagi untuk saat ini. Aku harap kamu akan menyadarinya tapi
disaat itu takkan ada lagi aku.
Untuk dirinya
yang dulu selalu ada mengisi hari – hariku selama setengah tahun ini.
Terimakasih untuk selama ini, senang bisa mengenalnya dan aku cukup
bahagia saat bersamanya dan akupun juga cukup sakit hati karenanya :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar